Monday, November 20, 2006

Catatan delapan poeloeh

Minggu, 19 November 2006. Akhirnya aku pulang juga. Pulang ke Townsville dengan segala keberadaannya. Kembali ku tempuh rute yang menyebalkan dan membosankan. Pelayanan awak Garuda yang tersenyum saat penumpang datang dan pergi saja, apalagi terhadap penumpang kulit sewarna dengan para awak, kayak diriku. Once again, Brisbane provides herself with the most complicated airport in the world, no clear signs! Seperjalanan denganku dari Brisbane adalah para tentara muda yang memenuhi pesawat. Teringat diriku akan beberapa orang marketing staff yang lebih menginginkan ”Sambungan Langsung Jarak Jauh” dibandingkan telepon ”Lokal” saja. Mereka bisa gila berada di antara para dudes. Ku terlihat kerdil di antara mereka. Diam saja kerjaku. Saat keluar banyak penumpang yang berhasil dikerjain mereka. Dikira mereka berjalan berkumpul menuju tempat pengambilan bagasi, ternyata arahnya ke toilet pria! Hari ini tepat seminggu aku meninggalkan Bali, kembali ke keluargaku. Terasa semuanya masih dekat denganku, sampai ku sadari ternyata banyak yang hilang.