Tuesday, December 12, 2023

Catatan Seratoes Toejoeh Poeloeh Enam

 Aku diajarkan untuk jangan pernah menyesal, apapun itu. Sekalipun (misalnya) aku akhirnya jadi setan, semoga tidak. Walau kumaklumi bahwa sesuci apapun manusia tetap ada setannya 😁. Secara otomatis saya tinggal di antara setan, siapa yang terbengis ya?

Kembali tentang menyesal, saya memang melumpuhkan perasaan sesal dari sesal terkecil sampai yang terbesar. Sepertinya berhasil, walau godaan selalu mengiang: "kalau seandainya kau tidak begitu pasti tidak begini".

Bukan saya sok suci atau sok alim, tapi  saya lebih melatih diri untuk belajar menerima setiap konsekuensi. Latihan memang kadang keras, kadang lembut saja datangnya. Lebih bersyukur kata orang beragama. Syukur yang kuat akan membelenggu sesal.

Monday, December 11, 2023

Catatan Seratoes Toejoeh Poeloeh Lima

Tahun melaju jauh merekam semua jejak kerja dan keras kepalaku (mungkin). Kesakitan membentuk nasib. Penuaan membentuk kesadaran dan pemahaman (bukan selalu kebijaksanaan). Saya pun memaklumi akan sebbuah kutipan dalam sebuah kitab suci berkata demikian: "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya". Persaingan, persengketaan dan kasih sayang saling berebut kedudukan, tetapi diri dibentuk oleh masalah (yang umumnya disebabkan diri sendiri dan sesama manusia).

Tuesday, July 07, 2015

Catatan Seratoes Toejoeh Poeloeh Empat

Petani tanpa pacul tidak disebut lagi petani. Kondisi ini bila menggambarkan petani Indonesia zaman dahulu atau setidaknya petani tradisional yang belum menggunakan traktor. Okela, kalau petani modern bisa dianggap bahwa bila petani itu tanpa diperlengkapi traktor atau mesin pemotong rumput maka dia tak bisa disebut petani. Analogi ini juga berlaku padaku ketika semua peralatan  kerjaku hilang dicuri. Laptop dan hard drives ku lenyap. Mereka memasuki rumahku ketika di saat yang sama aku ingin khusuk dalam ibadah kepadaNya. Rumah jelas sepi, karena semua penghuni rumah ke tempat ibadah. Selama dua hari terakhir, aku seperti kehilangan jiwa. Sebelah jiwaku telah pergi. File yang tersimpan dalam 10 tahun terakhir hilang.
Ku ingat ketika dulu aku mulai melakukan kegiatan back-up file ke dalam berbagai external hard drives untuk mengantisipasi kerusakan laptop. Tapi, aku tak mengantisipasi pencurian. Pencuri menggasak ruang kerjaku dan mebawa laptop dan semua external hard drives nya. Beberapa teman menyarankan agar aku juga memback up file ke penyimpanan maya. Akupun akan menyanggupinya. Tapi, apakah tempat penyimpanan itu akan benar-benar aman? hmmm.... ternyata, memang tak ada tempat penyimpanan paling aman di muka bumi ini :(